MINUM: Dalam rangka merealisasikan sumbangan dana pembangunan rumah sakit NU Kabupaten Pasuruan, PRNU Mulyorejo rapatkan dengan anggota. Selasa 7 Juli 2024 mulai pukul 19.00 WIB sampai selesai acara koordinasi tersebut dilakukan. Acara ini digelar di pelataran sandiko bawono rumah anggota dusun Melo'anHampir semua anggota NU mulyorejo hadir dalam pembahasan teknis penarikanya. Ada 4 pedukuan di desa tersebut yaitu Melo’an, Sekarputih, Grinting serta Cabean. Kebetulan PR NU Mulyorejo mendapatkan 100 lembar kupon untuk didistribusikan ke
warga setempat. Banyak pendapat
dari beberapa anggota sekaligus usulan-usulan yang bersifat kooperatif tentang
penggalangan dana tersebut.
Acara
rapat langsung dipimpin oleh Plt tanfidziah NU setempat, Talha. Pembukaan pun
diawali oleh sambutan kepala desa Mulyorejo yang memberikan support pada para
pengurus. Anggota juga tak lupa memberikan usulan agar pihak pemerintah desa
juga ikut berpartisipasi penggalangan dana KAMINU. Mereka juga memberikan
estimasi pada pemerintah desa sebanyak 10 lembar per bulan. Tidak hanya itu saja,
kepala desa secara pribadi pun di patok sebanyak 5 lembar per bulan. Harapannya
penggalangan dana ini pun tidak terlalu memberatkan masyarakat miskin setempat.
Bagaimana pun realitas yang ada dalam Masyarakat terlalu banyak beban tarikan setiap
bulannya untuk kepentingan sosial setiap bulannya. Mulai dari iuran rukun kematian,
iuran RT, koin NU dan iuran KAMINU. Tentunya ini sangat membebani mereka dan
akan menimbulkan dampak buruk ke depannya.
Namun
perlu juga kami sampaikan jika penggalangan dana ini untuk seterusnya sampai batas
waktu yang tak bisa ditentukan. Jika ini dibebankan pada satu individu tentunya
akan sangat menyiksa orang tersebut. Maka salah satu koordinator penggalangan
dana dari anak ranting NU Melo’an melakukan rapat intern koordinasi dan konsolidasi
memecahkan persoalan pelik tersebut. Mungkin Teknik ini bisa ditiru oleh pihak
lain yaitu memecah satu lembar kupon yang bernilai Rp 10.000 per orang menjadi beberapa
orang. Misalnya 10 orang, sehingga setiap orang hanya bernilai Rp 1000. Penggalangan
dana ini pun akan dilakukan saat ada kegiatan pengajian rutinan seperti yasinan
dan juga diba’an. Kami juga menghitung segala propabilitas dari beban yang
diterima oleh setiap pedukuan yaitu 25 lembar yang bernilai Rp 250.000.
Koordinator
setiap pedukuan pun sudah dibentuk seperti salah satu contoh pedukuan Melo’an
di ketuai oleh saudara saiful arif, demikian juga untuk pedukuan lainnya. Ada strategi
lainnya untuk memecahkan masalah tersebut yaitu melakukan penarikan sukarela
pada warga setempat yang disesuaikan jumlah yang diinginkan. Mungkin model ini
seperti penarikan jariyah masjid. Jika model yang tersebut di atas satu lembar
kupon dipecah untuk beberapa orang, maka beda dengan teknis yang satu ini. Intinya
bagaimana warga Mulyorejo ikut mensukseskan pembanguna rumah saki NU kabupeten
Pasuruan dengan menyumbangkan dana partisipasi secara simultan sesuai dengan
kupon yang diterima. Tentunnya dihitung berdasarkan kemampuan warganya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar