MINUM : 09/03/2025
Untuk mengetahui kesiapan pengadministrasian setiap kegiatan yang dilakukan oleh ranting di wilayah MWC Sidogiri, pihak pengurus mengundang pertemuan dalam acara rapat. Rapat yang dimaksud adalah berbentuk koordinasi dan konsolidasi tentang ketertiban dalam pengadministrasian setiap kegiatan yang dilakukan oleh ranting.
Administrasi kegiatan yang dimaksud adalah mulai dari planing, actions atau doing, evaluasi hingga ke rencana tindak lanjut (RTL). Dalam rapat tersebut dihadiri hanya beberapa perwakilan anak ranting saja diantaranya PRNU Mulyorejo. Acara yang digelar hari Sabtu malam Ahad 08 Maret 2025 mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai membahas agenda semacam lomba atau akreditasi anak ranting.
Menurut pengakuan salah satu pengurus MWC Sidogiri, dari total 14 ranting yang ada, hanya 8 ranting saja yang siap untuk diperiksa dokumen kegiatan. Untuk yang lainnya, belum siap bahkan tak mempunyai dokumen apa pun yang dibutuhkan. Sebenarnya kelemahan setiap pengurus di ranting adalah tidak punya kemampuan bagaimana syarat berorganisasi secara benar dan utuh. Dibutuhkan SDM yang unggul dan memahami tentang pengadministrasian setiap kegiatan. Sehingga jika suatu saat MWC atau PC membutuhkan informasi, maka ranting pun siap dengan segala dokumennya. Tentu dokumen tersebut bukan hanya photo di medsos seperti WA yang dibagikan ke grop? namun lebih kepada kelengkapan mulai dari rencana, aksi, evaluasi dan RTL.
Sebagai contoh, kegiatan tahunan yang dilakukan oleh PRNU Mulyorejo adalah ziaroh wali 5 di wilayah Pasuruan. Kegiatan ini tentu ada rencana bukan? dibuktikan dengan surat undangan resmi ke pada anggota tentang rencana kegiatan tersebut (dokumen tersebut tidak dimiliki karena tak membuatnya). Rapat pun ada daftar hadir dan notulen buku induk (zonk). Photo rapat saat dilakukan koordinasi (ada di WA). Bahkan agenda pembahasannya pun itu harus tertulis jelas pada surat undangan yang dimaksud. Jika undangan versi WA, maka harus ada bukti screenshoot - nya (zonk). Saat aksi atau pelaksanaannya juga harus ada kepanitiaan dibuktikan dengan surat keputusan bernomer oleh ketua ranting NU. Bahkan anggaran yang akan digunakan pun dijelaskan dalam rubrik proposal. Apakah mampu membuatnya? tentu kembalikan lagi pada SDM nya. Tempat-tempat yang dikunjunginya juga tak luput masuk didokumen photo perjalanannya (ada di WA).
Hasil kegiatannya juga dilaporkan dalam bentuk dokumen full yang dikemas dan dijilid menjadi dokumen satu kesatuan yang ada. Mulai dari latar belakang, tujuan, manfaat kegiatan hingga lampiran-lampiran yang ada seperti bukti photo kegiatan, kwintasi jika ada persewaan armada. Tentu semua itu dibutuhkan tenaga ahli yang mumpuni, bukan abal-abal. Ingat!!! organisasi NU bukan hanya sekedar omon-omon, tetapi pengadministrasian yang rutin dan komprehensip. Sekali lagi membutuhkan SDM yang handal dan berinovasi. Dari apa yang saya sampaikan, ternyata laporan dari pengurus MWC Sidogiri ranting Mulorejo paling banyak berkegiatan. Namun minim dalam pengadministrasia secara lengkap dan detail. Ini seharusnya menjadi pemikiran bersama dalam mengelola organisasi lebih serius dan terbuka menerima masukan yang bersifat membangun. Bukan hanya mengiyakan saja, tetapi lebih keaktualisasinya. Sayang jika rajin berkegiatan namun ketika ada even seperti ini, justeru kita ketinggalan dalam setiap point nya.Apakah anda mau berubah? mulai dari sekarang. Team MINUM melaporkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar