Sabtu, 25 Mei 2024

BILA AJAL MENJEMPUT


MINUM : Semua orang pasti akan mengalami sebuah kematian, hanya saja kapan waktunya. semuanya serba menunggu sebuah kepastian yang akan terjadi. Jika dia datang, maka tak satu makhluk pun mampu menghalanginya. Sebuah cerita dari kampung sebelah yang dihebohkan oleh kematian seorang perempuan yang diidentifikasi tak ada riwayat penyakit yang serius diderita selama hidupnya. Canda tawa saat kumpul bersama keluarga yang saat itu sedang memasak sekitar pukul 16.00 WIB di teras rumah. Tiba-tiba seorang perempuan yang bernama Nur Inayah terkulai lemas bersandar dipundak saudaranya. Sontak semuanya terkejut dan ketakutan saat itu. Tanpa berpikir panjang dirujuk ke RSU DR. Soetomo Pasuruan yang dilarikan di UGD. Sekitar malam harinya dia siuman dan merasa badannya pegal-pegal. Sang suami pun ditelpon agar segera ke rumah sakit untuk melakukan terapi pijat. Saat malam hari pun sekitar pukul 01.00 WIB Nur Inayah kembali droup dan akhirnya dia menghembuskan nafasnya untuk terakhir kalinya.

Kejadian ini seharusnya membuat kita semua menjadi sadar diri dan intropeksi. Peristiwa ini pun juga menjadikan kita mawas diri untuk selalu ingat pada Allah SWT dan ringan berbuat baik pada orang lain. Namun secara umum justeru kebalikannya yang terjadi saat ini di lingkungan kita. Sikap ego yang menjadikan buta hati dan tuli yang mampu bersikap peduli pada orang lain. Entah apa yang terjadi dengan masyarakat seperti saat ini. Penempatan sikap egonya terlalu tinggi, hingga tak mampu utnk menjadikan ikhtibar sebuah kematian. Bahasanya dari mana kita, berada dimana kita dan akan kemana kita nantinya. Sebuah pertanyaan yang harusnya menjadi renungan bersama. Jika ajal berkehendak, maka semuanya akan terjadi dan mereka  menyesal dikemudian hari akan segala perbuatan dimasa lalu.

NU selalu menyarankan ke warganya agar selalu berziarah kubur atau ikut takziah ke tetangga yang terkena musibah kematian. Tujuannya agar menjadi sadar jika hidup ini hanyalah sementara. Pembelajaran ke ASWAJAAN merupakan bagian penting sebagai pedoman hidup sebagai seorang muslim dalam mencapai ridlo sang Illahi Robbi. Sikap cuek yang tak mau bertegur sapa dengan yang lainnya, telah menciptakan gubangan yang dalam hitam dan pekat. Gubangan ini akan selalu dan terus menjadikan setiap pribadi hidup secara individualisme. Penyesalan akan diterimanya jika kita baru menyadari jika ajal itu tiba. Keinginan untuk berbuat baik sudah tidak ada lagi dan terputus hubungan secara duniawi. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua. Tean MINUM


Tidak ada komentar:

Posting Komentar